Fakultas Hukum Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang melaksanakan kegiatan benchmarking sekaligus penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya pada Senin (24/11).

Agenda berlangsung di Gedung Fakultas Teknik UNTAG Surabaya dan dihadiri pimpinan fakultas, dosen, serta tenaga kependidikan dari kedua institusi.

Kegiatan dibuka dengan sambutan Dekan Fakultas Hukum UNTAG Surabaya, Yovita Arie Mangesti. Ia memaparkan profil unggulan UNTAG Surabaya yang kini menaungi sembilan fakultas dan 35 program studi.Yovita juga menegaskan bahwa universitas dan Fakultas Hukum UNTAG telah terakreditasi Unggul, dengan lebih dari 50 persen program studinya meraih akreditasi serupa

“Kami bangga dapat berbagi pengalaman dan praktik baik kepada Fakultas Hukum UNWAHAS, terutama dalam tata kelola akademik dan pengembangan mutu,” ujarnya.

Sementara itu, Guru Besar Fakultas Hukum Unwahas yang juga Sekretaris Yayasan Wahid Hasyim Semarang, Prof. Mahmutarom, menekankan pentingnya kolaborasi antarkampus dalam memperkuat pendidikan hukum nasional. Ia menyebut terdapat keselarasan nilai antara kedua kampus.

“Identitas patriotisme dan nasionalisme UNTAG sejalan dengan karakter Aswaja Unwahas—keduanya menempatkan keberagaman bangsa sebagai fondasi,” ucapnya.

Dekan Fakultas Hukum Unwahas, M. Shidqon Prabowo, mengungkapkan bahwa benchmarking ini bertujuan mempelajari langsung praktik tata kelola fakultas yang telah terbukti efektif.

“Kami ingin belajar tentang pengembangan kurikulum berbasis OBE, manajemen keuangan fakultas, sistem layanan tenaga kependidikan, serta aspek tata kelola lainnya. UNTAG Surabaya adalah tempat yang tepat untuk itu,” jelasnya.

Usai pemaparan materi, kedua fakultas menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang meliputi pengembangan kurikulum, penelitian dan publikasi bersama, pengabdian masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia.Melalui kegiatan ini, kedua pihak berkomitmen memperkuat kolaborasi strategis demi peningkatan mutu pendidikan hukum, perluasan jejaring akademik, dan inovasi dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi, berbagi best practices, dan dokumentasi bersama sebagai simbol dimulainya kerja sama resmi antara kedua fakultas.

source : https://bahterajateng.com/benchmarking-fh-unwahas-ke-fh-untag-surabaya-perkuat-kolaborasi-akademik/#google_vignette

Fakultas Hukum (FH) Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang menjalin kerjasama dengan Fakuktas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya untuk mengembangkan kurikulum pendidikan hukum di Indonesia.   Penandatanganan kerjasama dua pihak dilaksanakan disela acara benchmarking FH Unwahas dan FH Untag yang berlangsung di Gedung Fakultas Teknik Untag Surabaya dan dihadiri oleh pimpinan kedua fakultas, dosen, serta tenaga kependidikan, Senin (24/11/2025)

Guru Besar Fakultas Hukum Unwahas sekaligus Sekertaris Yayasan Wahid Hasyim Semarang, Prof Mahmutarom, mengatakan kan pentingnya kolaborasi antar kampus untuk memperkuat kualitas pendidikan hukum di Indonesia. 

“Unwahas Semarang dengan Untag Surabaya memiliki kesamaan karakter. Unwahas yang berkarakter Aswaja menempatkan keberagaman bangsa Indonesia sebagai fondasi, sedangkan Untag Surabaya lekat dengan identitas patriotisme dan nasionalisme,” kata Pof Mahmutarom di Semarang, Kamis (27/11/2025)

Menurutnya, dengan demikian keduanya memiliki keselarasan nilai yang jika dikolaborasikan akan menjadi kekuatan uang dahsyat, terutama dibidang pengembangan kurikulum fakultas hukum.   Karena, lanjutnya, nilai-nilai tersebut menjadi ruang bersama bagi kedua fakultas ini untuk saling menguatkan melalui strategi sinergi keilmuan dan kebangsaan.   Dekan FH Unwahas Muhamad Shidqon Prabowo, mengatakan secara khusus tujuan utama benchmarking ini adalah untuk belajar langsung dari FH Untag Surabaya yang telah lebih dahulu mencapai predikat unggul. 

  “Kami datang pada tempat yang tepat. Fakultas Hukum Untag Surabaya memiliki program studi lengkap mulai dari S1, Magister, hingga Doktor yang semuanya memiliki kualitas tinggi. Kami ingin belajar mengenai pengembangan kurikulum berbasis OBE, manajemen keuangan fakultas, sistem layanan tenaga kependidikan, serta aspek tata kelola lainnya,” katanya.   Menurutnya kerja sama ini mencakup pengembangan kurikulum, penelitian dan publikasi ilmiah bersama, pengabdian masyarakat dan pengembangan sumber daya manusia. Melalui kegiatan ini, kedua fakultas berkomitmen memperkuat kolaborasi strategis demi meningkatkan kualitas pendidikan hukum.   Selain itu, ujarnya, juga untuk memperluas jejaring akademik, dan menghadirkan inovasi dalam penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi.   Usai penandatanganan kerjasama dilanjutkan dengan sesi diskusi, sharing best practices, dan dokumentasi bersama sebagai simbol dimulainya kerja sama resmi antar kedua pihak.

source : https://jateng.nu.or.id/pendidikan-tinggi/fh-unwahas-jalin-kerjasama-dengan-fh-untag-surabaya-kembangkan-kurikulum-pendidikan-hukum-p4RkO

Fakultas Hukum (FH) Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang resmi menjalin kerja sama dengan Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya dalam upaya mengembangkan kurikulum dan memperkuat kualitas pendidikan hukum di Indonesia.

Penandatanganan kerja sama berlangsung di sela kegiatan benchmarking FH Unwahas dan FH Untag di Gedung Fakultas Teknik Untag Surabaya, Senin (24/11/2025). Acara ini dihadiri pimpinan fakultas, dosen, serta tenaga kependidikan dari kedua kampus.

Guru Besar FH Unwahas sekaligus Sekretaris Yayasan Wahid Hasyim Semarang, Prof Mahmutarom, menegaskan pentingnya kolaborasi antar kampus dalam menciptakan ekosistem pendidikan hukum yang lebih kuat dan relevan.

“Unwahas Semarang dengan karakter Aswaja menempatkan keberagaman sebagai fondasi, sementara Untag Surabaya dikenal dengan identitas patriotisme dan nasionalismenya. Dua karakter ini jika dikolaborasikan akan menjadi kekuatan yang dahsyat, terutama dalam pengembangan kurikulum,” ujarnya, Kamis (27/11/2025).

Menurutnya, nilai-nilai tersebut menjadi ruang bersama bagi kedua fakultas untuk saling menguatkan melalui sinergi keilmuan dan kebangsaan.

Dekan FH Unwahas, Muhamad Shidqon Prabowo, menambahkan bahwa benchmarking ini dilakukan untuk belajar secara langsung dari FH Untag Surabaya yang telah meraih predikat unggul.

“Kami datang pada tempat yang tepat. FH Untag memiliki program studi lengkap mulai dari S1, Magister, hingga Doktor dengan kualitas tinggi. Kami ingin memperdalam pengembangan kurikulum berbasis OBE, manajemen keuangan fakultas, layanan tenaga kependidikan, dan aspek tata kelola lainnya,” jelasnya.

Kerja sama kedua fakultas ini mencakup pengembangan kurikulum, penelitian dan publikasi ilmiah bersama, pengabdian masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia. Melalui sinergi tersebut, keduanya berkomitmen memperkuat kolaborasi strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan hukum di Indonesia.

Usai penandatanganan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi, berbagi praktik baik, serta sesi dokumentasi bersama sebagai tanda dimulainya kerja sama resmi antara FH Unwahas dan FH Untag Surabaya.

source : https://kabarnujateng.com/fh-unwahas-jalin-kerja-sama-dengan-fh-untag-surabaya-untuk-penguatan-kurikulum-hukum/

SEMARANG-Fakultas Hukum Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang melaksanakan kegiatan benchmarking dan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Fakultas Teknik UNTAG Surabaya dan dihadiri oleh pimpinan kedua fakultas, dosen, serta tenaga kependidikan.

Acara resmi dibuka dengan sambutan Dekan Fakultas Hukum Untag Surabaya, Dr. Yovita Arie Mangesti, S.H., M.H., yang memaparkan profil unggulan Untag Surabaya. Dalam penyampaiannya, beliau menegaskan bahwa Untag Surabaya merupakan universitas besar dengan 9 fakultas dan 35 program studi. Ia menambahkan bahwa universitas dan fakultas hukum telah terakreditasi Unggul, dan lebih dari 50% program studi juga telah mencapai akreditasi Unggul.

“Kami bangga dapat berbagi pengalaman dan praktik baik kepada Fakultas Hukum Unwahas, khususnya dalam hal tata kelola akademik dan pengembangan mutu,” ujar Dr. Yovita.

Sementara itu, Guru Besar Fakultas Hukum Unwahas sekaligus Sekertaris Yayasan Wahid Hasyim Semarang, Prof. Dr. Mahmutarom, S.H., M.H., menekankan pentingnya kolaborasi antarkampus untuk memperkuat kualitas pendidikan hukum di Indonesia. Dalam sambutannya, Prof. Mahmutarom menyoroti kesamaan karakter antara kedua institusi.

“Untag Surabaya dengan identitas patriotisme dan nasionalisme, memiliki keselarasan nilai dengan Unwahas yang berkarakter Aswaja—keduanya menempatkan keberagaman bangsa Indonesia sebagai fondasi,” katanya.

Ia menegaskan bahwa nilai-nilai tersebut menjadi ruang bersama bagi kedua fakultas untuk memperkuat sinergi keilmuan dan kebangsaan.

Dari pihak Unwahas, Dekan Fakultas Hukum Unwahas, Dr. M. Shidqon Prabowo, S.H., M.H., menyampaikan bahwa tujuan utama benchmarking ini adalah untuk belajar langsung dari Fakultas Hukum Untag Surabaya yang telah lebih dahulu mencapai predikat unggul.

“Kami datang pada tempat yang tepat. Fakultas Hukum Untag Surabaya memiliki program studi lengkap mulai dari S1, Magister, hingga Doktor yang semuanya memiliki kualitas tinggi. Kami ingin belajar mengenai pengembangan kurikulum berbasis OBE, manajemen keuangan fakultas, sistem layanan tenaga kependidikan, serta aspek tata kelola lainnya,” ungkap Dr. Shidqon.

Usai rangkaian pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara kedua fakultas. Kerja sama ini mencakup pengembangan kurikulum, penelitian dan publikasi ilmiah bersama, pengabdian masyarakat dan pengembangan sumber daya manusia.

Melalui kegiatan ini, kedua fakultas berkomitmen memperkuat kolaborasi strategis demi meningkatkan kualitas pendidikan hukum, memperluas jejaring akademik, dan menghadirkan inovasi dalam penyelenggaraan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi, sharing best practices, dan dokumentasi bersama sebagai simbol dimulainya kerja sama resmi antar kedua pihak.

source : https://news.espos.id/benchmarking-fakultas-hukum-unwahas-ke-fakultas-hukum-untag-surabaya-2167203

Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang dan Badan Perlindungan Konsumen Nasional Republik Indonesia (BPKN RI) menjalin kerja sama strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada Selasa (4/11).

Kegiatan yang digelar di Kampus II Unwahas tersebut dirangkaikan dengan kuliah umum Fakultas Hukum.

Kerja sama ini bertujuan memperkuat perlindungan konsumen melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat Rektor Unwahas, Prof. Helmy Purwanto, menyebut kolaborasi ini menjadi langkah penting bagi Unwahas sebagai kampus “Aswaja Muda Mendunia” untuk bersinergi dengan lembaga negara.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran besar dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap hak-hak konsumen.

“Unwahas berkomitmen mencetak intelektual yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, namun tetap berpijak pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah yang moderat dan berkeadilan,” ujar Prof. Helmy. Implementasi kerja sama meliputi riset bersama isu perlindungan konsumen, sosialisasi hukum melalui kegiatan pengabdian masyarakat, serta program magang berdampak di kantor BPKN RI pusat maupun daerah.

Ketua BPKN RI, Prof. Muhammad Mufti Mubarok, mengatakan perlindungan konsumen kini menjadi isu kompleks di tengah perkembangan digital dan kecerdasan buatan (AI).

Untuk itu, BPKN mendorong pembentukan Klinik Perlindungan Konsumen dan Kokonser (Komunitas Konsumen Cerdas) di Unwahas.

“Kokonser akan diisi mahasiswa yang memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap penipuan dan investasi bodong,” ujarnya.

Penandatanganan MoU ini diharapkan menjadi awal sinergi antara dunia pendidikan dan lembaga negara dalam memperkuat perlindungan konsumen di Indonesia.

source : https://bahterajateng.com/unwahas-dan-bpkn-ri-teken-mou-perkuat-perlindungan-konsumen-lewat-riset-dan-komunitas-cerdas/

Fakultas Hukum Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Java Andalas Manunggal (JAM) di Jakarta pada Selasa (30/9).

Kerja sama ini bertujuan memperkuat program Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) serta mendukung implementasi Kelas Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Melalui kemitraan ini, PT JAM berperan sebagai mitra agen PMB guna memperluas akses informasi sekaligus mempermudah calon mahasiswa mengikuti proses pendaftaran.

Selain itu, kerja sama juga mencakup asesmen untuk kelas RPL, yang dirancang bagi individu dengan pengalaman di bidang hukum namun belum memiliki pengakuan formal atas pengetahuan yang dimilikinya.

Dekan Fakultas Hukum Unwahas, Dr. Shidqon Prabowo, menyatakan kerja sama ini merupakan langkah penting untuk memperluas akses pendidikan hukum yang inklusif.

“Kami berharap RPL membuka kesempatan bagi mereka yang sudah berpengalaman di dunia hukum agar mendapatkan pengakuan formal atas keterampilan dan pengetahuan yang dimiliki,” ujarnya.

Direktur PT JAM, Dr (c) Adv. Danang Rahmat Surono, menyambut positif kolaborasi ini.

“Kami bangga dapat bekerja sama dengan FH Unwahas. Kolaborasi ini diharapkan memberi dampak positif bagi pendidikan tinggi, terutama dalam memperkenalkan lebih banyak calon mahasiswa kepada Fakultas Hukum yang memiliki standar tinggi dan relevansi dengan kebutuhan pasar,” jelasnya.

Kerja sama juga mencakup pengembangan kurikulum yang sesuai perkembangan industri hukum, penyelenggaraan seminar, pelatihan, dan lokakarya untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa.

Implementasi RPL diharapkan mempercepat proses pendidikan bagi praktisi hukum yang ingin memperoleh gelar akademis sesuai pengalaman mereka.

Fakultas Hukum Unwahas menegaskan, kerja sama ini akan memberikan manfaat langsung bagi kedua belah pihak, serta mendukung pengembangan pendidikan hukum yang lebih inovatif di Indonesia.

source : https://bahterajateng.com/fh-unwahas-jalin-kerja-sama-strategis-dengan-pt-jam-untuk-dukung-pmb-dan-rpl/

Fakultas Hukum (FH) Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang bekerja sama dengan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) Jawa Tengah secara resmi membuka Program Pendidikan Kemahiran Advokat (PKA), Jumat (3/10/2025).   Program ini diikuti 153 peserta, menjadikannya salah satu pelaksanaan PKA dengan jumlah peserta terbanyak di FH Unwahas.

Dekan FH Unwahas, Muchamad Shidqon Prabowo, menyampaikan apresiasi atas tingginya animo peserta yang datang dari berbagai latar belakang. Menurutnya, keberagaman tersebut mencerminkan wajah Indonesia sekaligus menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap profesi advokat.   “PKA ini bukan sekadar rutinitas akademik, tetapi sarana mencetak calon advokat yang berintegritas, disiplin, dan kompeten. Program dirancang agar memberikan bekal akademis sekaligus praktis, baik keilmuan maupun etika profesi,” terangnya.

Ia menambahkan, keberhasilan program ini bertumpu pada kedisiplinan peserta, komitmen narasumber, serta profesionalitas panitia. Karena itu, FH Unwahas menghadirkan narasumber dari kalangan praktisi hukum, akademisi, pejabat pengadilan, kejaksaan, hingga advokat senior.   Kerja sama FH Unwahas dengan DPD Ikadin Jateng sendiri sudah berlangsung hampir satu dekade dan semakin harmonis.

Ketua DPD Ikadin Jateng, Aan Tawli, menegaskan bahwa profesi advokat bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan jiwa.   “Seorang advokat harus memiliki niat tulus, semangat benar, dan jiwa pengabdian. PKA ini kami rancang agar peserta mendapat teori sekaligus pengalaman praktis di bidang hukum pidana, perdata, niaga, hingga perpajakan,” ujarnya.Ia menekankan, advokat sejati bukan hanya penegak hukum, tetapi juga pejuang keadilan yang mampu menjadi agen perubahan.   Acara ditutup dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai tindak lanjut dari MoU yang telah disepakati pada 15 Agustus 2025.   FH Unwahas dan Ikadin Jateng berharap, PKA ini dapat menjadi kawah candradimuka lahirnya advokat muda yang profesional sekaligus berkontribusi nyata dalam penegakan hukum di Indonesia.

Sumber: https://jateng.nu.or.id/pendidikan-tinggi/fh-unwahas-dan-ikadin-jateng-buka-program-pendidikan-kemahiran-advokat-jSrpn

Fakultas Hukum Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang bersama Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Advokat Indonesia (DPD Ikadin) Jawa Tengah secara resmi membuka Program Pendidikan Kemahiran Advokat (PKA) terbaru.

Program ini diikuti 153 peserta, menjadikannya salah satu pelaksanaan PKA dengan jumlah peserta terbanyak di FH Unwahas. Dekan Fakultas Hukum Unwahas menyampaikan apresiasi atas tingginya animo peserta yang datang dari berbagai latar belakang. Menurutnya, keberagaman peserta mencerminkan wajah Indonesia sekaligus menunjukkan minat besar terhadap profesi advokat.

“Program ini bukan sekadar rutinitas akademik, tetapi sarana mencetak calon advokat yang berintegritas, disiplin, dan kompeten. PKA dirancang agar memberikan bekal akademis sekaligus praktis, baik keilmuan maupun etika profesi,” jelasnya pada Jumat (3/10).

Ia menambahkan, keberhasilan PKA bertumpu pada kedisiplinan peserta, komitmen narasumber, dan profesionalitas panitia.

Untuk itu, FH Unwahas menghadirkan narasumber dari kalangan praktisi hukum, akademisi, pejabat pengadilan, kejaksaan, hingga advokat senior.

“Kerja sama FH Unwahas dengan DPD Ikadin Jateng sudah berlangsung hampir satu dekade dan semakin harmonis,” imbuhnya.

Ketua DPD Ikadin Jateng, Aan Tawli, dalam sambutannya menegaskan bahwa profesi advokat bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan jiwa.

“Seorang advokat harus memiliki niat tulus, semangat benar, dan jiwa pengabdian. PKA ini kami rancang agar peserta mendapat teori sekaligus pengalaman praktis di bidang hukum pidana, perdata, niaga, hingga perpajakan,” ujarnya.

Ia menekankan, advokat sejati bukan hanya penegak hukum, melainkan juga pejuang keadilan yang mampu menjadi agen perubahan.

Acara ditutup dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai tindak lanjut MoU yang telah disepakati pada 15 Agustus 2025.

FH Unwahas dan Ikadin Jateng berharap PKA ini menjadi kawah candradimuka lahirnya advokat muda yang profesional sekaligus berkontribusi nyata dalam penegakan hukum di Indonesia.

source : https://bahterajateng.com/gandeng-ikadin-jateng-fh-unwahas-resmi-buka-program-pendidikan-kemahiran-advokat-baru/

Program Magister Hukum Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) menggelar pelatihan penulisan jurnal hukum guna meningkatkan kualitas publikasi akademik mahasiswa, Minggu (28/9).

Kegiatan yang diikuti lebih dari 30 peserta ini mengusung tema “Meningkatkan Kualitas Penulisan Jurnal Hukum dalam Konteks Akademik dan Praktik Profesional.”

Pelatihan menghadirkan narasumber ahli di bidang publikasi ilmiah, termasuk Prof. Dr. Dewi Sulistianingsih, SH., MH, yang berbagi pengalaman menulis di berbagai jurnal hukum internasional.

Para peserta dibekali pengetahuan dasar penulisan ilmiah, teknik penyusunan argumen hukum, metodologi penelitian, hingga strategi memilih topik yang relevan dan menarik.

Dekan Fakultas Hukum Unwahas, Dr. M. Shidqon Prabowo, SH., MH, dalam sambutannya menegaskan pentingnya penulisan jurnal sebagai sarana publikasi hasil penelitian hukum.

“Kami ingin memfasilitasi mahasiswa dan dosen agar menghasilkan karya ilmiah yang bermanfaat, tidak hanya untuk pengembangan diri, tetapi juga bagi masyarakat dan perkembangan hukum di Indonesia,” ujarnya.

Selain materi teknis, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai jurnal hukum terindeks, baik nasional maupun internasional. Beberapa editor jurnal turut hadir untuk memberikan gambaran peluang publikasi dan tren isu hukum terkini.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari peserta. Salah satu mahasiswa, Kusno, mengaku memperoleh wawasan baru. “Saya kini lebih paham bagaimana menyusun argumen logis dan relevan dalam jurnal hukum,” tuturnya.

Menurut Dr. Shidqon, pelatihan ini menjadi bagian dari komitmen Unwahas dalam memperkuat kontribusi akademisi Indonesia di dunia hukum internasional.

“Kami berharap peserta dapat memanfaatkan ilmu yang diperoleh untuk menghasilkan publikasi berkualitas dan berkontribusi dalam diskursus hukum global,” katanya.

Acara ditutup dengan sesi diskusi terbuka yang memberi kesempatan peserta bertanya langsung kepada narasumber mengenai tantangan penulisan dan publikasi jurnal ilmiah.

source: https://juranews.id/magister-hukum-unwahas-gelar-pelatihan-penulisan-jurnal-hukum-untuk-tingkatkan-publikasi-akademik/

Fakultas Hukum Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) lagi melebarkan sayap! Kali ini, targetnya adalah Kepulauan Riau (Kepri), supaya masyarakat di sana bisa kuliah hukum tanpa harus jauh-jauh ke Jawa.

Langkah ini ditempuh lewat kerja sama dengan affiliator Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), yang selama ini jadi jembatan buat orang-orang yang mau lanjut pendidikan tinggi tapi punya pengalaman kerja atau pelatihan sebelumnya.

Kenapa Kepri? Selain strategis karena dekat negara tetangga, wilayah ini juga super aktif dalam perdagangan, investasi, dan urusan hukum.

Jadi, FH Unwahas hadir untuk jadi solusi bagi siapa pun yang ingin menambah ilmu hukum sambil tetap tinggal di domisili masing-masing.

Program RPL sendiri keren banget: pengalaman kerja, pendidikan nonformal, atau pelatihan yang sudah kamu punya bisa diakui sebagai kredit kuliah.

Artinya, kuliah bisa lebih cepat, fleksibel, tapi tetap berkualitas. Cocok banget buat ASN, aparat hukum, karyawan swasta, praktisi bisnis, sampai masyarakat umum yang ingin upgrade kemampuan.

Dekan FH Unwahas, Dr. M. Shidqon Prabowo, SH., MH, bilang kalau pembukaan kelas di Kepri ini bukti nyata komitmen Unwahas buat pemerataan pendidikan tinggi.

“Kami pengin akses pendidikan hukum nggak cuma di Jawa, tapi juga bisa dinikmati masyarakat di wilayah strategis seperti Kepri,” ujarnya.

Dengan dukungan affiliator RPL, FH Unwahas bakal menyusun peta kebutuhan mahasiswa, mekanisme teknis, dan model perkuliahan hybrid yang fleksibel tapi tetap top quality.

Tujuannya? Memperluas jaringan akademik, dan pastinya, melahirkan sumber daya manusia hukum yang unggul dan siap bersaing.

FH Unwahas sendiri sudah diakui nasional dan punya visi jadi pusat pendidikan hukum berbasis nilai keislaman, kebangsaan, dan profesionalisme. Sekarang, kelas di Kepri hadir buat bikin akses pendidikan hukum lebih dekat dan praktis.

Pendaftaran bakal dibuka segera setelah semua urusan administrasi dan teknis selesai. Buat info lebih lanjut, calon mahasiswa bisa langsung hubungi affiliator resmi RPL FH Unwahas. 

source : https://suaramuda.net/2025/09/12/fh-unwahas-siap-buka-kelas-hukum-di-kepulauan-riau-bisa-kuliah-tanpa-pindah-pulau/